Minggu

Hidup Sehat dan berkualitas bersama Soman


Jamu Tetes Pertama diluncurkan


Meski didaftarkan hanya sebagai jamu tetes untuk obat diabetes, jamu tetes pertama di Indonesia ini secara empiris ampuh untuk membantu penyembuhan berbagai penyakit.


SOMAN 1 adalah jamu tetes tanpa bahan kimia obat yang difermentasi secara unik dan teliti sehingga menghasilkan efek farmakologi baik dalam hal pemeliharaan kesehatan maupun dalam penyembuhan penyakit.


Produk ini telah dilaunching Tanggal 4 Desember 2008 di Hotel Borobudur Jakarta dengan Fadel Muhammad, Gubernur Gorontalo sebagai pendukung utama formulator SOMAN 1.

Selain Pak Fadel turut hadir perwakilan Badan POM, dokter dan sejumlah penderita penyakit yang memberikan testimoni kehebatan khasiat SOMAN 1.

Berita Dalam Gambar


13 February 2009 - 14:02 WIB

Suasana Saat Launching SOMAN 1 di Hotel Borobudur Jakarta 2008



Formulator SOMAN 1 David Andi Purnama bersama Presiden SBY

Gubernur Gorontalo Ir. H. Fadel Muhammad mencicipi

Umbi Rumput Manggata ( Bahan Jamu Tetes SOMAN1 )


David Andi Purnama - Formulator SOMAN

Kesuksesan David Andi Purnama meracik dan memasarkan probiotik SOZOFM-4 tidak menyurutkan langkahnya untuk terus berinovasi. Berawal dari Geri, salah satu anak kembarnya yang menderita kelainan jantung minum SOZOFM-4. Ternyata ia lebih sehat, berani berolahraga, dan tidak mimisan. Ia lalu minta papanya membuat SOZO untuk manusia. Jadilah David mengutak-atik ekstrak 18 jenis buah tropis, umbi rumput teki, dan minyak ikan hiu yang hidup di laut dalam. Hasilnya, SOMAN 1 FM. Produk berupa jamu tetes yang resmi dipasarkan 4 Desember 2008 ini sungguh luar biasa.
Kendati baru lulus uji sebagai obat diabetes dan luka, produk tersebut sudah terbukti membantu penyembuhan berbagai penyakit Begitu banyak orang terbantu, begitu banyak pula pengidap penyakit terangkat penderitaannya. Tak salah bila salah satu penggunanya sampai bilang, "Di mana ada SOMAN, di situ ada harapan. Di mana ada SOMAN, di situ ada cahaya kehidupan."

Manajemen SDM

Langkah satu sukacita per hari itu juga diwujudkan dalam mengelola perusahaannya. Sampai sekarang dan mungkin saat perusahaannya besar nanti, ia tidak membutuhkan departemen pembelian (purchasing). "Jika saya pakai tenaga purchasing tentu akan lebih banyak uang yang harus keluar untuk bayar macam-macam. Belum lagi mark up harga dan lain sebagainya," dalih pengoleksi batik dari berbagai daerah ini.
Karena itu, untuk pengadaan bahan baku misalnya, ia lebih suka menunjuk langsung pemasok dengan memberikan harga di atas rata-rata "Bahan baku saya tawar naik, kalau harga Rp5.000, saya beli Rp6.000. Yang dijual Rp25.000 jadi Rp27.500," ungkapnya bersemangat. Cara itu membuat pemasok bahan baku akan lebih jujur, punya loyalitas, dan integritas. "Kita harus beri kesempatan agar mereka bisa ber-kembang, jadi termotivasi untuk menghasilkan bahan baku yang berkualitas," tambah pembaca iptek dan otobiografi ini.
Hal yang sama diterapkan saat menunjuk tabloid agribisnis sebagai event organizer acara peluncuran SOMAN 1 FM. Banyak rekannya mempertanyakan keberaniannya melepas acara itu ke pihak yang dinilai belum punya nama sebagai event organizer. Dan ia sama sekali tidak mengontrol pekerjaan itu. Pun untuk mengecek persiapan terakhir sebelum hari H juga tidak dilakukannya. "Saya bilang ke mereka, saya pakai dia (tabloid agribisnis) karena teman dari dulu. Saya tahu cara kerjanya. Kedua, energi saya akan lebih bermanfaat dan produktif untuk memikirkan yang lebih besar," David masih bersemangat Toh nyatanya acara berlangsung sukses. "Buat saya itu yang penting, itu yang saya inginkan," tegasnya.

Lebih Besar

Mulai meraih sukses dalam berjualan SOMAN 1 FM, David bersiap menggapai mimpinya yang lebih tinggi lagi. Ia berancang-ancang merelokasi dan membesarkan pabriknya ke Manado agar bisnisnya lebih berkembang dan dapat menolong lebih banyak orang di seantero nusantara.
Proses produksi pabrik itu akan fully mechanic, dari mulai bahan baku masuk hingga produk dibotolkan tidak ada campur tangan manusia. Listriknya akan dipasok dari biogas sapi perah dan sapi pedaging yang dipelihara di sekitar pabrik. Susu dari sapi perahnya tidak akan dijual tapi diberikan kepada masyarakat sekeliling pabrik agar mereka tiap hari minum susu. "Itu kerinduan saya agar keluarga saya di Manado bisa hidup lebih sehat, bukan dengan cap tikus (merek minuman keras)," David menguraikan mimpinya sambil terkekeh.

davidandi

















Hidup Sehat dan berkualitas bersama Soman

0 komentar:

Poskan Komentar

Saudara Yth:

Jika Anda mempunyai pertanyaan mengenai produk Sozo Formula Manggata 1 "SOMAN" atau ingin menyampaikan:
1. Informasi
2. Saran
3. Pengalaman
4. Keluhan
dapat langsung melalui www.somanindonesia.com atau melalui kami Silakan mengisi